Labels

Showing posts with label PENGETAHUAN. Show all posts
Showing posts with label PENGETAHUAN. Show all posts

Monday, April 20, 2015

Mari Ramai-Ramai Membuka Pertanian Mikro








Sebetulnya, bercocok tanam di halaman rumah, dengan menanam buah dan sayur pernah populer di era dasawarsa 40 hingga 50-an di Jerman dan Jepang. Ketika di masa krisis, banyak warga negara di kota itu mempertahankan hidup dengan menanam sayur dan buah di halaman rumah. Saat itu istilah yang dipakai adalah usaha ekonomi sussisten. Usaha pertanian untuk dikonsumsi sendiri.

Setelah masa krisis berlalu dan era pangan murah berlangsung di seluruh dunia, dengan ditemukannya pupuk nonorganik, banyak orang meninggalkan usaha pertanian sussisten, dan mereka merasa lebih menguntungkan membeli ketimbang berusaha menanam pohon sendiri untuk dikonsumsi sendiri
Kini era pangan murah telah melambaikan tangan pada dunia. Jumlah penduduk bertambah. Din Indonesia, sekitar empat juta mulut yang harus diberi makan muncul setiap tahun. Tibalah saatnya untuk memasyarakatkan usaha pertanian mikro dalam skala besar-besaran.

usaha itu bisa dilakukan dengan sederhana, mulai dari mengumpulkan ember bekas, drum bekas, atau bisa juga mencetak sendiri pot-pot tanaman berdiameter 40-50 cm dengan ketinggian 50 cm. pot-pot itu bisa diletakkan di mana

pun, bisa disusun bertingkat dengan menggunakan besi beton sebagai penyangga. Di tiap pot bisa ditanami beragam tanaman pangan mulai dari cabe, buah tomat, sayuran yang mudah tumbuh dan berbuah dalam hitungan satu bulan.
Jika usaha pertanian mikro itu dilakukan dengan sedikit modal, seperti pengadaan pupuk dan bibit unggul yang bisa dibeli di pusat perbelanjaan modern, hasilnya tentu akan lebih menggembirakan. Kini bertanam buah di dalam pot sudah bukan hal aneh. Pohon buah seperti anggur, mangga, belimbing atau kedondong sudah bisa ditanam di dalam pot. Kuncinya adalah pemberian pupuk yang rutin dan penyiraman tanaman yang teratur.

Manfaat lain pertanian mikro adalah bisa menghalau debu dari jalanan, jika rumah itu terletak di pinggir jalan yang ramai. Dengan memagari rumah dalam bentuk pagar hidup seperti pohon-pohon sayur dan buah ada keistimewaan lain dengan usaha pertanian mikro ini: usaha ini juga memberikan hiburan tersendiri bagi pelakunya. Kalau dia seorang pensiunan, ada kesibukan baru yang menyenangkan. Lingkungan rumah tampak lebih segar dengan tumbuhan yang didominasi warna hijau. Setiap pagi ada kesibukan baru yang bisa dijadikan sarana olah fisik. Konon, berkebun merupakan salah satu terapi terbaik menahan laju ketuaan. Gangguan psikis seperti stres atau yang lebih gawat, depresi, bisa Selama ini, warga hanya menanam sebatas pohon hiasan.

 Jika semangat itu diperluas hingga ke pohon pangan, maka hasilnya akan jauh lebih maksimal, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok pangan di wilayahnya. Setidaknya, heboh harga cabe melangit tak sampai menyentuh ibu-ibu rumah tangga, dan berhenti sampai di kalangan pengusaha restoran, warung makan atau industri pengguna bahan baku cabe. Mari ramai-ramai bertani secara mikro.


Wednesday, February 18, 2015

MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK



Dengan semakin mahalnya biaya produksi untuk pertanian, maka kita mulai melirik pestisida organik. Disamping harganya murah,bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Namun sayangnya kita enggan untuk membuatnya, karena umumnya kita tidak tahu bagaimana cara membuatnya.
Berikut ini adalah tips bagaimana cara membuat pestisida organik. Kami akan memberikan 2 resep pesti sida alami yang sudah kami buktikan kegunaanya dan hasilnya tidak kalah dengan pestisida kimia yang ada dipasaran. Selain murah harganya, mudah cara membuatan yang lebih menguntungkan bahan bakunya tersedia disekitar kita.


1. NIKURAK (mahoni, tembakau dan daun jarak)
a. Bahan-bahan :
1. Biji mahoni : 300 gram
2. Tembakau : 100 gram
3. Daun jarak : 1 kg
4. Air : 6 ltr
b. Cara membuatnya
          1. Biji mahoni digiling/ditumbuk halus.
             2.Daun jarak dan tembakau direbus dengan air sampa mendidih, angkat dan dinginkan. Campurkan mahoni yang sudah ditumbuk halus aduk hingga rata, kemudian diamkan selama 24 jam, lalu saring.
             3. Jika larutan ingin disimpan, maka pencampuran dilakukan pada saat akan digunakan.
c. Dosis :
30 cc larutan pestisida organik ini bisa digunakan untuk satu tangki sprayer (+/- 15 liter).
Semprotkan ke lahan yang terkena hama pada waktu pagi atau sore hari. Ulangi tiap 4 hari sekali

2. GACASI (gadung, cabe merah dan daun sirih)
a. Bahan-bahan
1. Gadung : 4 kg
2. Cabai merah : 2 ons
3. Daunsirih : 2 kg
4. Air : 15 ltr
b. Cara membuatnya
1. Gadung, cabai dan daun sirih digiling halus dan campurkan dengan rata
2. Tambahkan air, aduk sampai rata dan disaring, air ramuan merupakan induk pestisida.
c. Penggunaan
14 liter air dicampur dengan pestisida 250 cc (1 gelas), semprotkan ke lahan pada waktu pagi/sore hari, ulangi 4-5 hari sekali.
d. Sasaran OPT
Penggerek batang, wereng, walang sangit, thrip, aphia, serangga kecil lainnya.
e. Hasil pencapaian
Hasil dari penggunaan pestisida “GACASI” tidak jauh berbeda dengan pestisida “NIKURAK”.